Beranda » Budaya » Bahasa, Retorika, dan Makna: Studi Gaya Bahasa pada Upacara Perkawinan Adat Aceh
click image to preview activate zoom

Bahasa, Retorika, dan Makna: Studi Gaya Bahasa pada Upacara Perkawinan Adat Aceh

Rp 90.000
Stok Pre Order
Kategori Budaya
Tentukan pilihan yang tersedia!
PRE ORDER
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan produk ini.
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Bahasa, Retorika, dan Makna: Studi Gaya Bahasa pada Upacara Perkawinan Adat Aceh

Judul                : Bahasa, Retorika, dan Makna: Studi Gaya Bahasa pada Upacara Perkawinan Adat Aceh

Penulis             : Dedy Suhery, M.S., Ph.D,  Rita Mahriza, M.S., Nur An Anshari, M.Psi

Ukuran            : 15 X 23 cm

Tebal               : 180 Hal

Cover              : Soft Cover

 

SINOPSIS

Buku yang ditulis oleh Dedy Suhery, M.S., Ph.D., Rita Mahriza, M.S., dan M. Nur An Anshari, M.Psi., ini menegaskan bahwa adat perkawinan masyarakat Aceh, khususnya di Kota Langsa, tidak hanya berupa rangkaian seremoni, tetapi juga merupakan warisan budaya yang sarat nilai religius, sosial, budaya, dan filosofis. Setiap tahap dalam prosesi perkawinan memiliki aturan, simbol, serta makna tersendiri yang merefleksikan nilai kekeluargaan, sikap saling menghormati, semangat kebersamaan, dan harapan akan kehidupan rumah tangga yang harmonis.

Dengan mengkaji gaya bahasa dan pola retorika yang hadir pada berbagai tahapan upacara—mulai dari lamaran, peusijuek, akad nikah, hingga resepsi adat—penelitian ini memperlihatkan bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai medium pewarisan nilai-nilai Islam, kearifan lokal, dan norma sosial seperti penghormatan kepada orang tua, penjagaan martabat perempuan, serta pembinaan keharmonisan keluarga.

Bahasa yang digunakan dalam prosesi adat, terutama melalui pantun dan mukadimah penyambutan linto baroe, turut memperkukuh nilai-nilai tersebut. Dominasi aliterasi dan asonansi memberikan nuansa keindahan dan ritme dalam tuturan, sementara makna konotatif dimanfaatkan untuk menyampaikan nasihat, doa, harapan, serta pesan-pesan budaya. Dengan demikian, bahasa dalam adat perkawinan Aceh tidak hanya berperan sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai wahana pewarisan nilai dan identitas budaya.

Studi ini mengintegrasikan pendekatan linguistik, retorika, dan antropologi bahasa untuk menjelaskan bagaimana bahasa dalam upacara perkawinan adat Aceh merepresentasikan konsep-konsep kunci seperti kehormatan, kesucian, kebersamaan, dan keberkahan. Karena itu, karya ini diharapkan dapat memperkaya kajian tentang relasi antara bahasa, budaya, dan identitas lokal, sekaligus menjadi rujukan dalam upaya pelestarian tradisi lisan dan praktik kebahasaan di masyarakat Aceh kontemporer.

Pada akhirnya, buku ini menegaskan bahwa menjaga kelestarian adat perkawinan Aceh merupakan tanggung jawab kolektif. Memelihara tradisi, bahasa, dan makna yang terkandung di dalamnya berarti turut merawat identitas budaya Aceh agar tetap hidup, dipahami, dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

 

Bahasa, Retorika, dan Makna: Studi Gaya Bahasa pada Upacara Perkawinan Adat Aceh

Berat 300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 11 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Social Media & Marketplace
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Laras
● online
Dewanty
● online
Fitri
● online
Laras
● online
Halo, perkenalkan saya Laras
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: